Event
PRISMA
352 Peserta Beradu Cepat dan Tepat di Olimpiade Prisma ke-5 Tegal
Tegal - Olimpiade Hitung Cepat Prisma Kalkulator Tangan Tingkat Kota dan Kabupaten Tegal digelar di Yogya Mall Tegal pada hari Minggu, tanggal 28 Juni 2026. Acara tersebut dihadiri...
Lihat Detail
Tegal - Olimpiade Hitung Cepat Prisma Kalkulator Tangan Tingkat Kota dan Kabupaten Tegal digelar di Yogya Mall Tegal pada hari Minggu, tanggal 28 Juni 2026.
Acara tersebut dihadiri oleh tim pusat dari Wonosobo dan cikma-cikma dari beberapa kabupaten atau kota sekitar Tegal.
Matematika sering kali dianggap sebagai momok yang menakutkan, namun disini, kita semua percaya bahwa matematika adalah seni pemecahan masalah, ekosistem pembentukan karakter, logika berfikir kritis dan kunci inovasi masa depan.
Melalui tema "Latih Kecepatan, Asah Ketepatan, Bersama Kita Siapkan Generasi Cerdas Masa Depan", diharapkan untuk membuktikan bahwa matematika itu seru, menantang, dan penuh dengan kreativitas, khususnya dengan metode Prisma Kalkulator Tangan yang mudah dan menyenangkan.
Diketahui, jumlah peserta yang mengikuti olimpiade pada tahun ini adalah 352 peserta yang diikuti oleh beberapa Kab/Kota.
Adanya antusias dan peran para peserta, pihak panitia pelaksana Olimpiade Prisma ke-5 Tegal sangat mengapresiasi semangat anak-anak yang telah mempersiapkan diri untuk mengikuti olimpiade ini.
Perlu diingat, tujuan utama dari olimpiade ini bukan sekadar untuk mencari siapa yang menjadi pemenang. Lebih dari itu, ajang ini adalah wadah untuk menguji kemampuan, melatih mental, dan memperluas jaringan pertemanan sesama murid Prisma.
Karena pada dasarnya anak yang cerdas adalah tabungan yang berharga bagi orang tua dan bangsa. Alhamdulillah seluruh peserta bersikap jujur, sportif, dan telah menunjukan potensi terbaiknya.
Menang atau kalah adalah proses belajar yang akan membentuk karakter anak-anak menjadi lebih tangguh dan tumbuh lebih hebat.
Hal ini sungguh menjadi kebanggaan bagi kami, dan kami ucapkan terimakasih kepada semua pihak yang telah terlibat dalam Olimpiade Prisma Kalkulator Tangan Tingkat Kab/Kota Tegal 2026.
*Amanatul Azizah,S.Pd
(Ketua Panitia Olimpiade Prisma Kalkulator Tangan Tegal ke-5 Tahun 2026)
Olimpiade Prisma ke-5 Tegal Berlangsung Meriah, Ratusan Peserta Antusias Adu Kecepatan Berhitung
TEGAL – Suasana penuh semangat dan keceriaan mewarnai pelaksanaan Olimpiade Hitung Cepat Prisma Kalkulator Tangan ke-5 Tingkat Kota dan Kabupaten Tegal yang dilaksanakan di Yogya M...
Lihat Detail
TEGAL – Suasana penuh semangat dan keceriaan mewarnai pelaksanaan Olimpiade Hitung Cepat Prisma Kalkulator Tangan ke-5 Tingkat Kota dan Kabupaten Tegal yang dilaksanakan di Yogya Mall Tegal, Minggu (28/6/2026).
Sejak pagi, area perlombaan telah dipadati peserta bersama orang tua yang datang untuk memberikan dukungan kepada putra-putrinya. Kegiatan ini menjadi ajang yang tidak hanya menguji kemampuan berhitung cepat, tetapi juga membangun rasa percaya diri dan sportivitas anak-anak.
Sorak sorai dan tepuk tangan sesekali terdengar dari para pendamping ketika peserta berhasil menyelesaikan setiap tahapan perlombaan maupun ada selingan sesi ice breaking dari panitia.
Wajah-wajah penuh konsentrasi tampak menghiasi ruang kompetisi, sementara di luar arena para orang tua dengan sabar menunggu sambil memberikan luapan doa dan harapan kepada anak-anak mereka yang mengikuti Olimpiade Prisma Kalkulator Tangan.
Meski menonton dan mendukung dari luar ruangan utama, para orang tua dapat menyaksikan melalui layar proyektor. Berada di lantai 3 Yogya Mall Tegal tampak ramai dan hiruk pikuk terasa.
Ketika para peserta olimpiade dapat dikondisikan dengan rapi, rangkaian acara dipandu oleh pembawa acara dibuka dengan uluk salam dan sambutan-sambutan.
Pada saat lagu Indonesia Raya dilantunkan, para anak-anak pun mengikuti bait per bait sampai selesai menyanyikan lagu kebangsaan dengan khidmat.
Arik, Selaku perwakilan dari tim Prisma Pusat Kalkulator Tangan mengawali dengan jargon “salam Prisma” yang disambut oleh para peserta yang hadir dengan penuh gembira.
“Kalian semua adalah juara, sebab ketika berkompetisi selain kecepatan yang dinilai juga ketepatan.” Ungkap pria asal Temanggung dalam sambutan sekaligus membuka olimpiade Prisma di Tegal ke-5.
Sembari memberikan motivasi dan membuka olimpiade kala itu, ia juga menuturkan harapan dan menyemangati peserta. Diketahui, Olimpiade Prisma Kalkulator Tangan yang digelar di Yogya Mall kemarin mengangkat tema “Latih Kecepatan, Asah Ketepatan, Bersama Kita Siapkan Generasi Cerdas Masa Depan”.
Sebelumnya juga terdapat sambutan dari Azizah sebagai ketua pelaksana Olimpiade Prisma ke 5 di Tegal ini.
Menghaturkan banyak terima kasih kepada siapa saja yang berperan dalam kegiatan pagi itu. Terutama kepada para peserta yang telah hadir dan meramaikan untuk mengikuti lomba hitung cepat metode Prisma Kalkulator Tangan.
“Tetap semangat untuk semuanya” pungkasnya menutup sambutan. Masih menurut Azizah, tujuan dari olimpiade ini adalah untuk meningkatkan semangat dan antusias anak dalam berhitung dengan menggunakan 10 jari tangan tanpa alat dan tanpa rumus.
“Karena pada dasarnya anak yang cerdas adalah tabungan yang berharga bagi orang tua.
"Saya berharap para peserta dapat menjawab dengan jujur dan baik.” Imbuhnya.
Jumlah peserta yang mengikuti Olimpiade Prisma di Tegal ini sekitar 352 anak yang diikuti dari 7 Kabupaten atau Kota.
175 peserta dari Kabupaten atau Kota Tegal, Kabupaten Pemalang 59 peserta, Pekalongan 36 peserta, Kabupaten Batang 23 peserta, Kendal 8 peserta, Kabupaten Brebes 46 peserta dan Cirebon 2 peserta.
Atas kontribusi dari beberapa kota dan kabupaten di sekitar Tegal yang ikut andil dalam olimpiade ke-5 ini menjadi sebuah kebanggaan tersendiri.
Di akhir sambutannya ia berharap semoga acara tersebut bermanfaat untuk kita semua.
Setelah sesi sambutan, dilanjut dengan sesi yang dinanti oleh siapa saja terutama bagi para anak yang ikut dalam olimpiade Prisma Kalkulator Tangan.
Atmosfer kompetisi berlangsung hangat dan menyenangkan. Meski saling bersaing untuk meraih hasil terbaik, para peserta tetap menunjukkan sikap sportif. Tidak sedikit pula peserta yang saling menyemangati satu sama lain dan tampak saling berbincang dengan asyik bersama teman di sampingnya usai menyelesaikan babak perlombaan.
Sementara itu, peran orang tua menjadi salah satu pemandangan yang menarik selama kegiatan berlangsung.
Mereka tampak antusias mendampingi anak-anak sejak pagi, memberikan dukungan moral, mengabadikan momen dengan telepon genggam.
Bahkan menyambut penuh bangga setiap pencapaian putra-putrinya, baik yang berhasil meraih juara maupun yang baru pertama kali mengikuti kompetisi.
Selain menjadi ajang kompetisi, penyelenggaraan Olimpiade Prisma kali ini juga menghadirkan suasana edukatif yang dikemas secara menarik.
Pasalnya lokasi pelaksanaan olimpiade di Tegal ini berada di pusat perbelanjaan, sehingga masyarakat umum yang berkunjung turut menyaksikan jalannya perlombaan sehingga menambah semarak suasana acara.***
650 Peserta Ikuti Olimpiade Prisma Kalkulator Tangan 2026 di Lampung Tengah
Lampung Tengah – Semangat belajar matematika melalui metode berhitung cepat kembali mewarnai Provinsi Lampung. Prisma Kalkulator Tangan sukses menggelar Olimpiade Prisma Kabupaten...
Lihat Detail
Lampung Tengah – Semangat belajar matematika melalui metode berhitung cepat kembali mewarnai Provinsi Lampung.
Prisma Kalkulator Tangan sukses menggelar Olimpiade Prisma Kabupaten Lampung Tengah Tahun 2026 pada Selasa, 16 Juni 2026, di Taman Glompong, Bandar Jaya, Lampung Tengah. Ajang olimpiade Prisma Kalkulator Tangan ini berlangsung meriah tersebut diikuti sebanyak 650 peserta yang berasal dari 12 kabupaten/kota di Provinsi Lampung.
Para peserta yang hadir dan berkompetisi ini dibagi dalam tiga kategori sesuai jenjang yang telah ditentukan.
Ketua Panitia, Bunda Eli Setiowati, A.Md, menjelaskan bahwa Kategori 1 diikuti oleh 273 peserta, Kategori 2 sebanyak 285 peserta, sedangkan Kategori 3 diikuti oleh 92 peserta.
“Olimpiade Prisma tahun ini diikuti oleh 650 peserta dari berbagai daerah di Provinsi Lampung. Antusiasme peserta sangat luar biasa dan menunjukkan semakin besarnya minat masyarakat terhadap metode Prisma Kalkulator Tangan,” ujar Bunda Eli Setiowati.
Sebagimana diketahui, Prisma Kalkulator Tangan sendiri adalah metode berhitung yang ditemukan dan didirikan oleh Zaenal Ahmad.
Metode ini mengajarkan teknik berhitung menggunakan sepuluh jari tanpa alat bantu maupun rumus yang rumit.
Penerapannya mencakup berbagai operasi matematika, mulai dari penjumlahan, pengurangan, perkalian, pembagian, hingga perhitungan akar dan kuadrat.
Selama perlombaan berlangsung, peserta ditantang menunjukkan kemampuan berhitung cepat dalam waktu yang sangat terbatas.
Olimpiade Prisma di Lampung ini berlangsung melalui beberapa tahapan, dimulai dari babak penyisihan, dilanjutkan babak 10 besar, hingga babak 6 besar pada masing-masing kategori.
Penampilan mereka disaksikan oleh peserta lain dan para audiens yang hadir dan ikut serta dalam ajang olimpiade ini.
Sehingga proses penilaian berlangsung terbuka sekaligus memperlihatkan kemampuan peserta dalam menyelesaikan soal secara cepat dan tepat.
Turut hadir pula pada Olimpiade Prisma Kalkulator Tangan di Lampung, yaitu Bunda Siti Fatonah, S.Pd, Trainer Nasional Prisma terbaik tingkat nasional.
Kehadirannya menjadi penyemangat bagi seluruh peserta melalui motivasi yang diberikan selama kegiatan berlangsung.
“Semoga kehadiran Prisma di setiap daerah dapat menjadi salah satu sarana untuk mencerdaskan anak bangsa serta meningkatkan kemampuan berhitung anak-anak Indonesia,” tulis Bunda Siti Fatonah kepada tim media Prisma Pusat.
Pada akhir kegiatan, panitia mengumumkan para pemenang yang terdiri atas Juara 1, Juara 2, Juara 3, Harapan 1, Harapan 2, dan Harapan 3 di setiap kategori.
Para juara memperoleh piala, piagam penghargaan, serta uang pembinaan sebagai bentuk apresiasi atas prestasi yang diraih.
Selain penghargaan bagi para pemenang, panitia juga memberikan Piala Peserta kepada seluruh anak yang mengikuti Olimpiade Prisma Kabupaten Lampung Tengah Tahun 2026 sebagai bentuk penghargaan atas semangat dan partisipasi mereka.
Penyelenggaraan Olimpiade Prisma Kabupaten Lampung Tengah 2026 diharapkan dapat terus menjadi wadah bagi anak-anak untuk mengembangkan kemampuan berhitung cepat.
Selain itu juga sebagai ajang untuk menumbuhkan rasa percaya diri, sportivitas, dan semangat berprestasi di bidang matematika.
Atmosfer kompetisi semakin semarak ketika para finalis tampil di atas panggung utama untuk mengerjakan soal secara langsung.
Olimpiade Prisma Bekasi ke-6 Pecahkan Rekor, 950 Peserta Bersaing Jadi 50 Juara Terbaik
BEKASI – Suasana meriah memenuhi Pollux Mall Chadstone Cikarang saat Olimpiade Prisma Kalkulator Tangan Tingkat Cabang Kabupaten Bekasi digelar, pada Minggu, (14/6) pagi. Olimpiade...
Lihat Detail
BEKASI – Suasana meriah memenuhi Pollux Mall Chadstone Cikarang saat Olimpiade Prisma Kalkulator Tangan Tingkat Cabang Kabupaten Bekasi digelar, pada Minggu, (14/6) pagi.
Olimpiade Prisma di Bekasi ini telah memasuki pelaksanaan ke-6 dengan mencatat lonjakan peserta yang cukup signifikan, dari 568 peserta pada tahun sebelumnya menjadi 950 peserta pada tahun ini.
Dari 950 peserta ini terdiri dari beberapa kategori, mulai dari kategori A diikuti sekitar 343 peserta, sementara kategori B 310 kategori C 197 dan kategori D 78 serta E 22 peserta.
Menurut Miss Ferta selaku Penasehat dan Penanggung Jawab Prisma Kabupaten Bekasi mengungkapkan kegiatan ini juga didukung oleh Miss Syahba Kharisma sebagai Direktur Cabang dan Miss Evy Septiany sebagai Ketua Panitia, serta dukungan lebih dari 100 panitia yang terlibat dalam penyelenggaraan acara.
Sejak dibuka pukul 10.00 WIB hingga ditutup pada pukul 18.00 WIB, suasana kompetisi berlangsung semarak dan tampak semangat terlihat dari ratusan peserta yang merupakan perwakilan dari unit-unit Prisma aktif di Kabupaten Bekasi dengan antusias mengikuti setiap tahapan perlombaan.
Meski berlangsung selama hampir delapan jam, semangat peserta tidak surut. Mereka mengikuti perlombaan dengan fokus, cepat, dan teliti dalam menyelesaikan setiap tantangan yang diberikan. Sikap sportivitas juga terlihat sepanjang jalannya kompetisi.
Masih menurut Ferta, pada saat pelaksanaan lomba, peserta sangat bersemangat, mengerjakan dengan fokus, cepat dan teliti sehingga mereka menunjukkan jiwa sportivitas yang tinggi.
Dari 950 Peserta Menuju 50 Juara
Perjalanan menuju podium juara tidaklah mudah. Sebanyak 950 peserta terlebih dahulu mengikuti babak penyisihan dengan mengerjakan 10 soal tertulis.
Dari tahap tersebut, peserta terbaik melaju ke babak semifinal yang menyisakan masing-masing 50 peserta untuk Kategori A, B, C, dan D, serta 22 peserta untuk Kategori E.
Persaingan semakin ketat saat memasuki babak final. Pada tahap ini, peserta diuji melalui soal dikte dengan sistem penilaian yang mengutamakan kecepatan, ketepatan, dan kebenaran jawaban hingga nilai sempurna yang dapat diraih adalah 100 poin.
Pada akhir perlombaan Olimpiade Prisma di Bekasi ini, terpilih 50 finalis terbaik yang sekaligus menjadi 50 juara gabungan dari lima kategori yang dipertandingkan.
Dimeriahkan Band dan Penampilan Siswa Prisma
Tak hanya menjadi ajang kompetisi, Olimpiade Prisma juga menghadirkan hiburan yang membuat suasana semakin hidup dan meriah, anak-anak peserta turut gembira ketika diselingi penampilan oleh SIGI Band Prisma sebagai band pengiring tetap.
Selain itu juga terdapat berbagai penampilan seni dari siswa-siswi Prisma yang berasal dari berbagai unit di Kabupaten Bekasi.
Kehadiran para penampil tersebut membuat peserta dan orang tua yang hadir tetap terhibur selama menunggu proses perlombaan hingga pengumuman pemenang.
Di balik kemeriahan acara, panitia menghadapi tantangan besar dalam mengatur jalannya kegiatan. Selain 950 peserta, acara juga dihadiri sekitar 2.000 pendamping yang sebagian besar merupakan orang tua peserta.
Mengondisikan ribuan orang agar tetap tertib dan tidak menimbulkan kepadatan menjadi salah satu pekerjaan utama panitia selama acara berlangsung.
Namun berkat koordinasi yang baik dari seluruh pihak yang terkait, seluruh rangkaian kegiatan dapat berjalan lancar hingga akhir.
Tidak hanya itu saja, olimpiade kali ini menjadi istimewa juga, sebab pada momen penyerahan piala turut dihadiri oleh Direktur Prisma Pusat, Zaenal Ahmad, S.Ag. Selain itu hadir pula jajaran tim Prisma Pusat, yaitu Toto Prasojo, S.Pd., Arik, S.Pd., dan Rabbani.
Sejumlah tamu undangan lainnya juga hadir memberikan dukungan, di antaranya Tasima Eka dan Cikma Septi dari Kendal, serta Tasima Elvira dari Depok.
Sebagai bentuk apresiasi, para pemenang menerima piala, sertifikat, hadiah uang tunai dengan total Rp15 juta untuk 50 juara, serta berbagai hadiah tambahan lainnya.
Olimpiade Prisma ke 6 di Bekasi ini tentu bukan semata-mata tentang mencari juara, namun kegiatan ini dirancang sebagai wadah untuk mempererat hubungan antar siswa Prisma di Kabupaten Bekasi.
Sebagaimana disampaikan oleh Miss Ferta bahwa sekitar 25 persen tujuan kegiatan difokuskan sebagai ajang silaturahmi antar siswa, 25 persen sebagai sarana promosi bagi seluruh unit Prisma, dan 50 persen sebagai kompetisi sehat untuk menemukan siswa terbaik di setiap kategori.
Pihak panitia pun mengapresiasi seluruh yang berperan dan mendukung kegiatan ini, apalagi bentuk dukungan dari orang tua yang tinggi, hingga beragam doorprize dari penyelenggara dan tenant mall.
Bahkan hiburan yang disuguhkan sepanjang acara menjadi bukti bahwa Olimpiade Prisma telah berkembang menjadi agenda pendidikan yang dinanti banyak pihak.
“Ke depan, penyelenggara berharap Olimpiade Prisma Kalkulator Tangan dapat terus berlangsung dengan kualitas pelaksanaan yang semakin baik, jumlah peserta yang lebih banyak.” Harapan Miss Ferta ketika dihubungi tim media Prisma Pusat, Rabu (17/6) sore.
“Serta mampu memperluas kontribusinya dalam mendukung peningkatan kualitas pendidikan dan mencerdaskan generasi bangsa.” Imbuhnya.***
Sarasehan Prisma Kendal Bersama Tim Pusat, Dari Evaluasi hingga Kebersamaan
KENDAL - Selepas Olimpiade Prisma Kalkulator Tangan yang ke-4 selesai, para tim Prisma Pusat membersamai para direktur unit hingga tasima Kendal melangsungkan ngobrol bersama berta...
Lihat Detail
KENDAL - Selepas Olimpiade Prisma Kalkulator Tangan yang ke-4 selesai, para tim Prisma Pusat membersamai para direktur unit hingga tasima Kendal melangsungkan ngobrol bersama bertajuk sarasehan.
Beralaskan karpet duduk melingkar tidak ada jarak yang terasa resmi, masih di Tirto Arum Baru Kendal dalam sarasehan bareng founder dan tim Prisma Pusat duduk di sebuah ruang semi outdoor yang lebih mirip forum keluarga daripada rapat struktural.
Pada perjumpaan siang itu, setelah selesai sesi penyerahan penghargaan dan dipungkasi dengan foto bersama, para panitia yang mensukseskan acara pada Minggu, (3/5) siang berkumpul dan berdiskusi bersama tim Prisma Pusat.
Berada di momentum inilah, olimpiade yang biasanya dibicarakan dalam bahasa target dan capaian pelan-pelan berubah menjadi obrolan santai terbuka.
Sarasehan yang digelar di Kendal itu awalnya memang berangkat dari satu topik yang cukup teknis mulai dari evaluasi perihal olimpiade hingga penguatan agenda olimpiade maupun kondisi di beberapa titik unit.
Namun, seperti obrolan yang dibiarkan mengalir, lalu menjelma menjadi ruang berbagi pengalaman tentang bagaimana setiap unit menjalankan perannya, dengan segala keterbatasan dan kreativitas yang dimiliki.
Beberapa direktur mulai mengungkap realitas di lapangan. Ada yang bercerita tentang mengelola atau mengatur ketika berlangsungnya olimpiade dengan antusiasnya orang tua yang masuk ruang lomba ketika mendampingi anaknya.
Ada pula yang menyinggung tantangan menjaga konsistensi peserta, sampai pada urusan teknis seragam dan sebagainya.
Menariknya, forum ini tidak berjalan satu arah, founder dan tim pusat yang hadir justru lebih banyak mendengar, memberi ruang bagi setiap suara untuk muncul pada siang itu.
Sesekali, tanggapan diberikan, bukan dalam bentuk instruksi, melainkan refleksi. Ada upaya untuk menjembatani antara harapan pusat dan kondisi riil di daerah, tanpa terkesan menggurui, semua ditampung dengan sukarela dan legawa sebagai bahan evaluasi ke depan.
Merespon terkait dengan dialektika dalam melaksanakan ajang olimpiade Prisma Kalkulator Tangan yang telah berlangsung ke-4 di Kabupaten Kendal ini, Zaenal Ahmad selaku founder mengungkapkan bahwa berkaitan dengan olimpiade prisma sendiri sebagai ajang mengasah kecerdasan terdapat beberapa indikator yang menjadi ukuran peserta atau anak didik, mulai dari sisi kecepatan.
“Meskipun cepat disini bukan ngawur ya, tapi cepat ini masuk dalam tolak ukur yang dinilai.” Ungkap Zaenal Ahmad, pria kelahiran asal Wonosobo itu.
Disamping itu, juga ketepatan dalam menjawab soal, dari cepat dan tepat. Nah itu adalah bagian dari filosofis dalam sebuah olimpiade yang digelar oleh Prisma Kalkulator Tangan.
Di sela-sela sarasehan, suasana beberapa kali mencair oleh candaan ringan.
Momen-momen seperti ini justru memperlihatkan suasana kekeluargaan yang cair dan nyaman dalam tujuan untuk mengawal dan mendampingi anak didik menjadi kader yang cerdas.
Dari sinilah, berbagai saran bermunculan dan ditampung peningkatan komunikasi antar unit, hingga ide-ide kecil yang mungkin terlihat sederhana, tapi relevan untuk dijalankan.
Sarasehan siang itu dipungkasi dengan ramah-tamah dan berpamitan. di sela-sela acara berakhir terdapat kejutan dari tim Prisma Kendal kepada sang founder, sebuah ungkapan rasa syukur dan do’a yang bertepatan dengan bulan kelahirannya.
Lalu dilanjut dengan makan bersama di sebuah rumah makan khas yang masih di wilayah Kendal sebelum tim Prisma Pusat bergegas pulang kembali menuju Wonosobo.***
Ratusan Anak Ramaikan Olimpiade Prisma di Kendal, Adu Cepat Hitung Tanpa Kalkulator
Kendal - Sekitar ratusan anak dari jenjang TK hingga SD memadati kawasan Tirto Arum Baru, Kabupaten Kendal, Jawa Tengah pada Minggu (3/5/2026). Mereka datang dari berbagai bimbinga...
Lihat Detail
Kendal - Sekitar ratusan anak dari jenjang TK hingga SD memadati kawasan Tirto Arum Baru, Kabupaten Kendal, Jawa Tengah pada Minggu (3/5/2026).
Mereka datang dari berbagai bimbingan belajar di wilayah Kendal, Batang, Temanggung, hingga Semarang untuk mengikuti Olimpiade hitung cepat PRISMA kalkulator tangan yang ke-4 Kabupaten Kendal.
Kegiatan siang itu mengusung dengan tema "Anak Cerdas Tabungan Paling Berharga" dengan suasana berlangsung meriah sejak pagi.
Anak-anak terlihat antusias mengikuti setiap sesi lomba, mulai dari kategori dasar hingga tingkat lanjutan. Sorak dukungan dari orang tua yang mengantar dan pendamping turut menambah semarak acara.
Dalam sambutannya Hana Mufida selaku ketua panitia mengucapkan terima kasih kepada founder Prisma dan tim pusat, direktur unit dan seluruh peserta yang telah mensukseskan kegiatan tersebut.
“Kami sangat mengapresiasi kalian semua dalam menuntut ilmu” tandas Mufida dalam sambutannya.
Harapannya dengan adanya kegiatan ini sebagai bagian dari pengembangan diri oleh anak-anak jago dan mengasah kreativitas serta cepat dalam berhitung, juga sebagai ajang silaturahim dari berbagai bimbel (red:bimbingan belajar) dari masing-masing unit dari beberapa kabupaten. Menariknya yang datang pada olimpiade kali itu tidak hanya dari Kendal saja melainkan ada yang datang dari Kabupaten Batang, Temanggung bahkan Kabupaten Semarang.
Diketahui, metode yang digunakan dalam kompetisi ini adalah metode Prisma kalkulator tangan, sebuah teknik berhitung yang mengandalkan sepuluh jari tanpa alat bantu maupun rumus konvensional.
Metode ini pertama kali dikenalkan oleh Zaenal Ahmad sejak tahun 2002. Hingga kini, metode Prisma telah digunakan oleh lebih dari 4000 unit bimbingan belajar yang tersebar di berbagai daerah di Indonesia. Bahkan menjangkau siswa luar negeri melalui kelas daring.
Selain itu, metode ini juga beberapa kali tampil dalam program televisi nasional sebagai inovasi pembelajaran berhitung. Dalam praktiknya, anak-anak tampak aktif memainkan jari-jari mereka saat mengerjakan soal.
Pada kategori TK hingga kelas 1 SD, beberapa peserta bahkan mampu menyelesaikan sekitar puluhan soal dalam waktu kurang dari puluhan menit, hingga dieleminasi menjadi beberapa peserta dan diambil juara.
Sesi kedua ini, meskipun terik matahari sudah mulai menyengat, namun tidak menyurutkan anak-anak peserta untuk melanjutkan sesi lomba, hingga dimulai dan dilaksanakan di panggung utama olimpiade, para orang tua murid masih turut menyimak anaknya berkompetisi.
Sementara itu, Zaenal Ahmad selaku founder Prisma Kalkulator Tangan dalam sambutanya menyampaikan beberapa hal, lalu menjelaskan bahwa anak cerdas itu tidak muncul dengan sendirinya, tapi ada metodenya, ada caranya ada lembaganya.
"Kompetisi ini yang membuat anak-anak termotivasi untuk menjadi yang terbaik, paling cepat, paling pintar-cerdas, itulah makna dari olimpiade." Imbuhnya.
Sementara itu, Zaenal Ahmad juga memotivasi kepada anak-anak peserta untuk tidak patah semangat dalam ajang olimpiade seperti ini, “Selamat berlomba, dan kalian semua adalah anak yang juara.” Pungkasnya menutup sambutan sekaligus membuka acara olimpiade dengan pembacaan basmalah.
Dengan pendekatan yang sederhana namun efektif, metode Prisma dinilai mampu meningkatkan kemampuan berhitung sekaligus melatih konsentrasi dan kepercayaan diri anak sejak dini. Kegiatan ini pun diharapkan dapat terus berkembang dan menjangkau lebih banyak peserta di masa mendatang.
Olimpiade Prisma Cabang Temanggung 2026, Jadi Ajang Mengasah Prestasi dan Merajut Kebersamaan
TEMANGGUNG - Semangat kompetisi dan kebersamaan mewarnai pelaksanaan Olimpiade Prisma Cabang Temanggung yang digelar pada Minggu, 31 Mei 2026, di Balai Desa Sidorejo, Temanggung. K...
Lihat Detail
TEMANGGUNG - Semangat kompetisi dan kebersamaan mewarnai pelaksanaan Olimpiade Prisma Cabang Temanggung yang digelar pada Minggu, 31 Mei 2026, di Balai Desa Sidorejo, Temanggung.
Kegiatan Olimpiade Prisma di Kota Tembakau ini diikuti oleh peserta dari berbagai unit Prisma yang tersebar di unit-unit wilayah Temanggung.
Sejak pagi hari, para peserta tampak antusias mengikuti rangkaian perlombaan yang telah disiapkan panitia. Selain menjadi ajang kompetisi, Olimpiade Prisma ini juga menjadi wadah silaturahmi.
Bahkan menjadi motivasi dan penguatan semangat belajar antarunit yang selama ini aktif dalam berbagai kegiatan pendidikan dan pengembangan diri di bawah naungan Prisma Kalkulator Tangan.
Syaiful Amin selaku Direktur Prisma Cabang Temanggung menyampaikan rasa syukur bahwa Olimpiade Prisma di Temanggung ini dapat berjalan dengan lancar dan sukses.
Serta menjadi ajang sosialisasi Lembaga dan menjadi inspirasi anak didik di Kabupaten Temanggung untuk menjadi lebih mencintai berhitung dan semangat belajar.
Olimpiade Prisma di Kabupaten Temanggung ini juga sudah berjalan 20 kali digelar, sehingga bisa diketahui sejak kisaran tahun 2006 sudah berlangsung.
“Dalam ajang Olimpiade Prisma di Temanggung ini diikuti sekitar 333 anak yang tergabung di Prisma Pusat yang tersebar di unit-unit Kota Tembakau ini” tandas Amin ketika diwawancarai redaksi Prisma Pusat.
“Semoga ke depannya menjadi lebih baik lagi” Imbuhnya singkat.
Sepanjang kegiatan, suasana kompetisi berlangsung meriah namun tetap menjunjung tinggi nilai kebersamaan. Para pendamping dan peserta dari berbagai unit saling memberikan dukungan, menciptakan atmosfer yang hangat dan penuh semangat.
Orang tua peserta yang mengikuti lomba pun juga ramai memantau dan berdoa dari luar ruangan ketika sesi pertama dimulai, hingga setelah diambil 40-an anak hingga finalis di panggung utama baru bisa memantau dari dalam ruangan.
Selain perlombaan, kegiatan ini juga menjadi momentum mempererat tali silaturahmi hubungan antarunit Prisma di Kabupaten Temanggung.
Peserta tidak hanya bertemu untuk berkompetisi, tetapi juga bertukar pengalaman dan menjalin relasi dengan peserta dari unit lainnya.
Sepanjang kegiatan, peserta lomba olimpiade ini tampak antusias mengikuti dari rangkaian acara, ketika dipandu oleh pembawa acara sejak awal hingga beberapa kali diselingi ice breaking senantiasa mengikuti instruksi dengan semangat dan gembira.
Di akhir acara, panitia memberikan penghargaan kepada para peserta yang berhasil meraih prestasi terbaik pada Olimpiade Prisma di Kabupaten Temanggung ke-20 ini.
Meski demikian, seluruh peserta yang berpartisipasi dalam olimpiade kali ini dinilai sebagai pemenang karena telah menunjukkan keberanian, kerja keras, dan semangat untuk terus belajar.
Launching Website
<p>Alhamdulillah kini PRiSMA Kalkulator Tangan sudah punya Website sendiri Silahkan Cek Data Unit l, 1 Desa hanya ada 1 Unit...jika masih kosong berarti rezeki bagi anda</p>
Lihat Detail
<p>Alhamdulillah kini PRiSMA Kalkulator Tangan sudah punya Website sendiri Silahkan Cek Data Unit l, 1 Desa hanya ada 1 Unit...jika masih kosong berarti rezeki bagi anda</p>
Pelatihan PRISMA Unit Tegal
<p>Pelatihan PRISMA untuk Unit Tegal<br>Tanggal : 05 September 2020<br>Waktu: Pukul 10:00 WIB s.d. Selesai<br><br><br></p>
Lihat Detail
<p>Pelatihan PRISMA untuk Unit Tegal<br>Tanggal : 05 September 2020<br>Waktu: Pukul 10:00 WIB s.d. Selesai<br><br><br></p>